Simposium Pertama Mengenai Berang-berang di Indonesia

Simposium ini diadakan pada tanggal 7 April 1994 di Bogor.

Pemakalah

  • Pengenalan berang-berang di Indonesia khususnya yang terdapat di Jawa Barat. Roland Melisch, Drs. Priyo Budi Asmoro, dan Ir. Listya Kusumawardhani
  • Dampak polutan terhadap predator tingkat tinggi. Dr. Nani Djuangsih
  • Perubahan habitat lahan basah di kepulauan Sunda Besar dan implikasinya terhadap keragaman hayati (Habitat changes in wetlands of the Greater Sunda’s and implications for biodiversity). Wim Giesen
  • Status berang-berang dalam usaha perikanan. Drs. Dayat Bastiawan, MSc dan Dr. A. Rukyani, M. Sc.
  • Hubungan antara berang-berang dengan manusia. Drs. Priyo Budi Asmoro, Roland Melisch dan Ir Listya Kusumawardhani, M.Sc.
  • Pemeliharaan dan pengembangbiakan berang-berang di Gelanggang Samudra Jaya Ancol. Drh. Sumitro, Drs. Effendi P., Drh. Dewi Restu Seto, dan Drh. Teuku Sahir*.
  • Suatu telaah mengenai upaya perlindungan berang-berang. Ir. Listya Kusumawardhani, M. Sc., Roland Melisch, dan Drs. Priyo Budi Asmoro
  • Prosedur perubahan status satwa liar di Indonesia dari jenis yang tidak dilindungi menjadi dilindungi. Drs. Widodo Sukohadi Ramono, Tonny Soehartono, M.Sc.*, dan Ir. Listya Kusumawardhani, M. Sc.

Makalah tambahan di prosiding

  • Kepiting dalam ekosistem tanaman padi sawah. Ir. Agus Iqbal, M. Sc.
  • Dua laporan tentang perburuan dan perdagangan berang-berang di Sumatra. Drs. Rudyanto dan Roland Melisch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *