Mau beli berang-berang/linsang? Pertimbangkanlah ini dulu!

sumber: kaskus

Sekarang ini, sejak berkembangnya media sosial dan forum jual beli online yang pesat, penawaran, pencarian dan pembelian barang sangat lah mudah. Kita bisa saja ditawari dihadapan kita secara langsung dari seseorang atau toko. Berbagai jenis barang jualan disodori: HP, Baju, Tas, Kosmetik dan lain lain, termasuk juga hewan peliharaan. Kalau tidak percaya, silahkan cari saja di media sosial kita seperti Facebook dan Twitter, atau di forum/situs jual beli online seperti Kaskus, TokoBagus dll. Sangat mudah sekali!

Tawaran jual hewan peliharaan, bisa saja dari seseorang pribadi yang ingin menjual hewan yang dimilikinya (mungkin karena sesuatu hal sehingga tidak bisa melanjutkan pemeliharaannya lagi) atau bisa juga dari orang atau toko yang memang bisnisnya jual beli hewan. Salah satu hewan yang juga diperjual belikan secara online adalah berang-berang. Silahkan lihat di tulisan sebelumnya beberapa contoh judul iklan jual berang-berang.

Berang-berang (pada beberapa daerah disebut juga sebagai linsang) merupakan hewan yang sangat lucu, tingkahnya laku menarik, cerdik, dan mudah dilatih. Apalagi ketika masih bayi. Ya, yang namanya bayi pasti lucu dan menggemaskan. Jika kita melihat hewan tersebut, akan timbullah rasa ingin memeliharanya.

Nah, bagi yang ingin memelihara berang-berang dengan cara membeli ataupun mengadopsi (istilah adopsi ini juga digunakan oleh penjual, padahal itu membeli bukan adopsi!), maka perlu mempertimbangkan dahulu hal-hal berikut ini sebelumnya.

Berang-berang itu berasal dari tangkapan liar.

Dari mana berang-berang itu dapatnya? Hampir bisa dikatakan bahwa semuanya itu berasal dari tangkapan liar. Tangkapan liar itu maksudnya, hewan itu ditangkap langsung di alam dengan berbagai cara, bukan berasal dari hasil penangkaran atau hasil diternakan. Kalau berang-berang yang berasal dari hasil penangkaran jauh sangat lebih baik, tingkat hidupnya lebih tinggi, karena hewan itu telah biasa dengan perlakuan manusia. Jika ditangkap dari alam, maka resiko kepunahannya akan semakin besar. Agar tidak punah, tangkapan liar itu sebenarnya ada aturan bagaimana dan berapa banyak yang boleh ditangkap.

Ibunya dibunuh, untuk dapat anaknya

Kalau semua yang diperdagangkan itu dari tangkapan liar, lalu bayi-bayinya itu dapat dari mana, dan bagaimana caranya ya? Berdasarkan informasi yang didapat, untuk mendapatkan anaknya ini, tidak jarang ibunya harus dibunuh. Berang-berang adalah hewan yang berkelompok dan solidaritas tinggi. Ketika satu anggota kelompoknya ditangkap atau tertangkap, maka yang lain tidak akan pergi begitu saja meninggalkannya. Maka, lemparan batu, pukulan kayu atau malah tembakan senapan lah yang akan koloni berang-berang ini terima.

Berang-berang ini makannya banyak

Berang-berang merupakan hewan karnivora (pemakan daging). Mereka butuh makanan yang sangat banyak, kurang lebih sebanyak 20% dari berat badannya (jauh lebih banyak dari kucing). Itupun tidak bisa dialihkan ke sayuran atau nasi. Karena saluran pencernaannnya yang singkat, tidak bisa mencerna serat. Lihat saja kotorannya yang mirip muntah itu, makanan berupa daging saja tidak begitu tercerna olehnya, apalagi serat tumbuhan.

Kalau sudah besar, dibuangkah?

Satu hal lagi yang perlu dipertimbangkan lagi sebelum memelihara berang-berang. Apa yang akan kita lakukan jika berang-berang ini telah besar dan dewasa? Semakin dewasa, makannya akan semakin banyak, tingkah laku lucunya akan semakin kurang, potensi ganasnya akan semakin tinggi. Jika setelah dewasa berang-berang itu kita buang, maka sama saja dengan membunuhnya. Mereka telah terbiasa dengan bantuan manusia, tidak akan bisa bertahan di alam liar. Setiap hewan yang telah pernah dipelihara oleh manuisa, maka perlu proses rehabilitasi dan habituasi yang sangat panjang dan rumit agar bisa dilepas liarkan lagi.

Intinya, pertimbangkanlah dulu masak-masak sebelum memelihara berang-berang. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.

Sumber: https://aadrean.wordpress.com/2012/05/10/mau-beli-berang-beranglinsang-pertimbangkanlah-ini-dulu/

Mengatasi masalah berang-berang di kolam ikan

Berdasarkan hasil diskusi dengan petani ikan di daerah Padang Pariaman, ada beberapa cara untuk mengatasi masalah berang-berang.

  1. Untuk kolam skala besar
    Buat pagar beton yang tidak bisa dilalui oleh berang-berang. Pagar ini juga bermanfaat untuk menjaga dari gangguan manusia.
  2. Usaha Budidaya sederhana
    Beri penerangan dengan lampu yang cukup
    Dijaga dengan anjing
    Dijaga ketinggian air selalu lebih dari 60 cm
  3. Kolam Pekarangan
    Masukkan ranting-ranting bambu, sehingga mempersulit berang-berang menangkap ikan.

cara-melindungi-kolam-ikan-dari-berang-berang2

Hari berang-berang sedunia (31 Mei 2017)

 

Sebuah yayasan pencinta berang-berang yang berbasis di Skotlandia, International Otter Survival Fund (IOSF) meluncurkan sebuah gerakan untuk mempromosikan konservasi dan penyelamatan berang-berang, yaitu World Otter Day. Sebelumnya hari berang-berang sedunia pada tanggal 25 Mei, ini hari jatuh pada tanggal 31 Mei.

Berbagai program diluncurkan; walk 4 wildlife jalan-jalan santai bersama anak sekolah, donasi, belanja produk-produk merchandise, serta memeriahkan dunia maya dengan sebaran berisi tentang berang-berang.

Di Indonesia, kita buat program apa ya?

 

Lutra sumatrana terfoto di Kedah, Malaysia

Berang-berang Lutra sumatrana terfoto di Kedah, semenanjung Malaysia, tepatnya di hutan lindung Ulu Muda.

Tanpa adanya foto yang jelas, awalnya hewan ini dikira berang-berang Lutrogale perspicillata. Foto terbaru memperlihatkan adanya corak putih di dagu dan leher serta bantalan hidung (rhinairium) yang tidak jelas karena ditumbuhi rambut. Akhirnya dipastikan sebagai berang-berang jenis Lutra sumatrana.

Lutra sumatrana ini adalah berang-berang langka yang termasuk kategori Endangered. Pertama kali dideskripsikan dari spesimen yang berasal dari Sumatera, sehingga diberikan nama “sumatrana”. Penyebarannya tersebar di Asia Tenggara, hingga Sumatera dan pulau Kalimantan. Di Indonesia, hewan ini dilindungi oleh Undang Undang no 5 tahun 1990.

 

sumber: http://www.otterspecialistgroup.org/Bulletin/Volume33/Salahshour_2016.html

Berang-berang Lutrogale berkerabat dekat dengan Aonyx cinereus

Penelitian terbaru tentang berang-berang menemukan bahwa berang-berang Lutrogale perspicillata itu berkerabat dekat dengan berang-berang Aonyx cinereus. Sedangkan Aonyx capensis itu berbeda jauh dengan A. cinereus. Penelitian ini malah menemukan indikasi bahwa berang-berang L. perspicillata yang di Singapura itu merupakan hasil hybrid L. perspicillata x A. cinereus dengan mtDNA dari A. cinereus.
Berdasarkan hasil penelitiannya, mereka mengusulkan untuk penggabungan jenis A. cinereus dan L. perspicillata ke dalam genus yang sama yaitu genus Amblonyx.

Bagaimana dengan berang-berang di Indonesia ya?

Bayesian Tree yang dihitung dengan menggunakan data haplotype terbaru atau GenBank. * H13, H14 dan H15 itu adalah Lutrogale perspicillata di Singapura

Judul artikel: Phylogeography of the smooth-coated otter (Lutrogale perspicillata): distinct evolutionary lineages and hybridization with the Asian small-clawed otter (Aonyx cinereus)
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5269716/

Mitos seputar berang-berang

Banyak mitos yang beredar di masyarakat berkaitan dengan berang-berang. Jika ditanyakan tentang berang-berang, sebagian besar masyarakat lokal akan menyatakan bahwa hewan ini tidak memiliki anus, dan buang air lewat mulutnya (dimuntahkan). Mitos ini berkembang dikarenakan bentuk kotorannya yang memang khas, yang masih memiliki sisa-sisa hewan mangsa yang tidak bisa tercerna seperti sisik ikan, tulang-tulang, bulu dan materi sisa dari hewan mangsanya. Jadi memang mirip seperti muntah. Jika setelah makan ikan maka akan keluar feses berupa kumpulan tulang-tulang ikan dengan tekstur yang berlendir dan bau yang sangat amis sekali. Dari literatur, jalur pencernaan hewan ini sangat cepat sekali, makanan akan keluar setelah 2 jam!. Inilah jawabannya jika ada yang menanyakan kenapa mirip seperti muntah. Dari kotoran ini sebenarnya bisa dianalisa apa saja hewan yang dimakannya, bahkan untuk ikan bisa diidentifikasi sampai tingkat jenis dengan melihat bentuk dan pola sisik ikan, sehingga dapat diketahui apa jenis yang lebih disukainya.

Feses mirip muntah
Feses berang-berang yang mirip muntah dengan berbagai materi sisa hewan mangsanya yang tidak tercerna

Mitosnya lagi, sebelum muntah, berang-berang ini membutuhkan rangsangan agar terjadinya muntah. Mereka akan menggosok-gosokkan bagian pantatnya yang tidak beranus ke rumpun padi. Tanda patah-patahnya rumpun padi ini sangat dikenal oleh petani. Dan setelah itu baru muntah di dekat daerah tersebut, biasanya setiap ada muntahan akan ada terlihat rumpun padi yang patah-patah di dekat daerah tersebut. Umumnya tingkah laku merusak rumpun padi ini dilakukan ketika musim padi menyiang dan padi bunting. Kenapa berang-berang ini merusak rumpun padi???. Menurut Hans Kruk, seorang ahli berang-berang dan pembuat buku tentang berang-berang, Berang-berang dan kebanyakan hewan mammalia lainnya suka menggosokkan badan. Kalau ada yang punya kucing akan pernah melihat kucing yang suka menggosokkan badannya dan kucing yang menggelinding-menggelinding dan menggeliatkan punggungnya diatas pasir. Nah seperti itu jugalah berang-berang ini.

Kerusakan rumpun padi
Kerusakan rumpun padi

Konon kabarnya, berang-berang juga memiliki batu mustika yang berkhasiat supaya pemakainya bisa berenang selincah berang-berang. Batu ini biasanya akan keluar melalu muntahnya (buang air besar), karena tidak ingin kehilangan batu mustikanya, berang-berang akan mencari kembali batu tersebut diantara tumpukan kotorannya sehingga kotorannya tersebut diacak-acaknya. Memang berang-berang ini suka mengacak-acak kotorannya sendiri, khususnya untuk jenis berang-berang cakar kecil (Aonyx cinereus), entah apa tujuannya. Diperkirakan hal ini dilakukan sebagai tingkah laku menandai teritorinya.

pencaran feses
Kotoran yang diacak-acak oleh berang-berang, diamater pencaran bisa mencapai lebih dari 40 cm

Sebagai tambahan infonya, sawah yang dirusak oleh berang-berang adalah sawah dari orang yang tidak menghargai beras. Yang dikatakan tidak menghargai beras misalnya, makan bersisa kemudian dibuang-buang, apalagi katanya jika membuang-buang nasi ketika sedang makan di sawah ketika bekerja. Sebenarnya ini termasuk kearifan lokal yang bijak yang memiliki pesan yang positif. Jika dilihat tingkat kerusakannya, berang-berang hanya merusak sekitar 4-8 rumpun, dan rumpun ini pun masih bisa tumbuh kembali.

Sumber: https://aadrean.wordpress.com/2010/09/03/mitos-seputar-berang-berang/

Berang-berang bukanlah “si pembuat bendungan”

Mungkin banyak dari kita yang mengenal berang-berang sebagai “si Pembuat Bendungan”. Informasi ini didapatkan dari berbagai sumber, baik cerita, film kartun, film dokumenter, dan dari sumber lainnya. Informasi ini menyesatkan, karena berang-berang tidak memiliki kebiasaan membuat bendungan. Hewan cerdik yang mampu membuat bendungan dari tumpukan batang kayu tersebut adalah “beaver”. Apa bahasa Indonesianya? “Ya, tidak ada!”. Karena beaver ini hanya terdapat di Amerika bagian Utara. Sedangkan yang disebut berang-berang dalam bahasa Inggrisnya adalah “otter”. Inilah yang ada di Indonesia. Berikut akan dijelaskan sedikit tentang berang-berang (otter) yang sebenarnya.

  

Kiri: Beaver yang sedang membawa ranting pohon. Kanan: Gigi beaver yang memperlihatkan cirinya sebagai hewan pengerat

Berang-berang merupakan hewan yang tergolong ke dalam bangsa hewan pemakan daging (ordo Carnivora), famili Mustelidae, subfamili Lutrinae. Berang-berang ada 13 jenis tersebar di seluruh dunia kecuali Australia. Di Indonesia ada empat jenis berang-berang yaitu Aonyx cinereus, Lutra lutra, L. sumatrana dan Lutrogale perspicillata. Dua dari empat jenis tersebut, L. lutra dan L. sumatrana termasuk ke dalam hewan yang dilindungi oleh Peraturan Pemerintah no 7 tahun 1999. Sedangkan beaver merupakan bangsa pengerat (Ordo Rodentia) (Gambar 1), termasuk famili Castoridae yang terdiri dari dua jenis Castor canadensis dan C. fiber. Keduanya hanya terdapat di Amerika bagian Utara.
Berang-berang dapat ditemukan pada berbagai tipe habitat lahan basah, habitat air tawar, payau dan air laut, sungai dataran rendah dan tinggi, danau, rawa, persawahan dan pesisir pantai. Keberadaannya lebih dipengaruhi oleh tersedianya makanan yang cukup, air tawar dan vegetasi di sekitarnya untuk beristirahat, membersihkan badan dan menelisik (grooming) dan membuat sarang. Dari segi makanannya, berang-berang termasuk ke dalam kelompok piscivora, artinya hewan yang makanan dominannya adalah ikan. Selain ikan, mereka juga suka kepiting, katak, ular, serangga, dan beberapa mamalia kecil dan burung.
Berbeda dengan beaver yang membuat sarang dan bendungannya sendiri, berang-berang menempati sarang pada lubang-lubang batu (Gambar 2), liang tanah, di antara akar-akar kayu dan tempat yang sesuai lainnya yang telah terbentuk dengan alaminya. Namun, sarang ini hanya ditempati secara menetap ketika sedang memelihara anak, jika tidak mereka akan menggunakan sarang ini hanya sebagai tempat singgah sementara ketika berkeliling mencari makan mengitari wilayah kekuasaannya (home range). Hewan ini memiliki wilayah home range yang bisa mencapai panjang 18Km, bahkan untuk jantan Lutra lutra wilayah kekuasaannya bisa mencapai sungai sepanjang 38Km.
Karena kebiasaannya yang makan ikan, hewan yang biasa nokturnal ini dianggap sebagai musuh oleh petani budidaya ikan. Berang-berang biasanya akan terbunuh jika terjadi perjumpaan dengan manusia, namun di beberapa daerah menerapkan kearifan lokal dalam mengatasi serangan berang-berang ini. Selain itu, berang-berang juga terancam dalam hal perusakan habitat. Sekarang ini sangat sulit mencari sungai yang masih memiliki sumber ikan yang banyak, dan memiliki vegetasi yang masih baik di tepi sungainya. Beberapa bentuk kegiatan yang mengancam sungai secara umum adalah penambangan pasir, penambangan emas, pembukaan lahan di bagian hulu sungai, dan limbah yang dialirkan ke sungai baik limbah domestik (rumah tangga) maupun limbah industri. Tidak hanya sungai, rawa yang merupakan salah satu rumah bagi kenekaragaman hayati juga terancam. Pembukaan kebun sawit besar-besaran mengancam daerah rawa di beberapa daerah di Sumatera Barat.
Sangat disayangkan sekali, hewan yang bisa disebut sebagai “harimaunya” lahan basah ini kurang mendapat perhatian, baik oleh peneliti maupun oleh pengambil kebijakan. Padahal fungsi ekologisnya yang sangat besar karena merupakan top carnivore dan berada di puncak piramida makanan di habitat lahan basah. Perubahan lingkungan akan sangat mempengaruhi hewan yang bisa dijadikan indikator lingkungan perairan yang masih sehat ini. Masih banyak fungsi ekologisnya yang belum diketahui dari jenis ini, banyak hal yang butuh penelitian lebih lanjut, misalnya apakah hewan ini memiliki peranan dalam menjaga agar populasi ikan tetap sehat, apakah berang-berang berfungsi sebagai pengontrol hama tikus dan keong mas di area persawahan. Semua itu butuh perhatian dan penelitian yang lebih untuk mengungkapkannya.

Disunting dari: https://aadrean.wordpress.com/2009/12/09/berang-berang/

Hewan apa yang saya lihat? Berang-berangkah?

Ini adalah kunci sederhana yang dapat digunakan dalam memastikan apakah telah melihat berang-berang atau tidak.

  1. Seberapa jelas anda melihat hewan tersebut?

    1. Kurang jelas / terlihat sekilas / dari jarak jauh … 2

    2. Terlihat jelas hanya beberapa menit … 5

    3. Terlihat jelas dalam jarak dekat atau terlihat dalam waktu lama … 10

    4. Saya sering melihat hewan ini dalam berbagai situasi … 20

    5. Saya melihatnya tertangkap, atau sebagai hewan peliharaan, atau di dalam kandang,atau baru-baru ini mati dan saya bisa memeriksanya secara teliti dan mengambil foto … 29

  2. Dimana anda melihat hewan tersebut?

    1. Sedang berenang di badan air (sungai, danau, telaga, rawa) … 3

    2. Jauh dari badan air, atau sedang memanjat pohon … 4

  3. Maaf! Kami tidak dapat mengidentifikasi apa yang anda lihat

    Susah untuk mengidentifikasi secara jelas hewan apa yang anda lihat, Berang-berang adalah hewan perairan, namun biawak bisa diragukan sebagai berang-berang karena jarak lihat atau cahaya yang tidak jelas. Mereka berenang dan berjalan dengan cara yang mirip.

  4. Maaf! Kami tidak dapat mengidentifikasi apa yang anda lihat

    Berang-berang secara normalnya tidak memanjat pohon, dan biasanya berada pada tempat yang dekat dengan air. Terdapat banyak jenis mamalia berukuran sedang dari suku Mustelidae dan Viveridae (misalnya: luwak, musang, linsang) yang memiliki banyak kemiripan. Mamalia-mamalia ini memiliki kemiripan dalam bentuk tubuh, namun tidak menggunakan air sebagai tempat berburu makanan atau bermain

  5. Dimana anda melihat hewan tersebut?

    1. Sedang berenang di badan air (sungai, danau, telaga, rawa) … 6

    2. Jauh dari badan air, atau sedang memanjat pohon … 9

  6. Bagaimana cara berenangnya?

    1. Berenang secara perlahan, mengayuhkan ekor ke arah kiri dan kanan … 7

    2. Berenang cepat, menyelam ke dasar kemudian muncul lagi ke permukaan air, ekor muncul ke permukaan air ketika gerakan menyelam … 8

  7. Anda mungkin telah melihat seekor biawak

  8. Anda mungkin telah melihat seekor berang-berang

    Kami yakin anda telah melihat seekor berang-berang, namun untuk menentukan jenis, anda butuh penglihatan yang lebih baik.

  9. Maaf! Kami tidak dapat mengidentifikasi apa yang anda lihat

    Berang-berang secara normalnya tidak memanjat pohon, dan biasanya berada pada tempat yang dekat dengan air. Terdapat banyak jenis mamalia berukuran sedang dari suku Mustelidae dan Viveridae (misalnya: luwak, musang, linsang) yang memiliki banyak kemiripan. Mamalia-mamalia ini memiliki kemiripan dalam bentuk tubuh, namun tidak menggunakan air sebagai tempat berburu makanan atau bermain

  10. Dimana anda melihat hewan tersebut?

    1. Sedang berenang di badan air (sungai, danau, telaga, rawa) … 11

    2. Jauh dari badan air, atau sedang memanjat pohon … 9

  11. Bagaimana cara berenangnya?

    1. Berenang secara perlahan, mengayuhkan ekor ke arah kiri dan kanan … 7

    2. Berenang cepat, menyelam ke dasar kemudian muncul lagi ke permukaan air, ekor muncul ke permukaan air ketika gerakan menyelam … 12

  12. Anda mungkin telah melihat berang-berang. Berapa ekor jumlah berang-berang yang terlihat?

    1. Banyak – lebih dari tiga ekor … 13

    2. Kurang dari empat ekor … 16

    3. Hanya seekor berang-berang … 16

  13. Seberapa besar ukurannya?

    1. Panjang berang-berang yang terbesar lebih dari 1 m … 14

    2. Panjang berang-berang yang terbesar kurang dari 75 cm … 15

  14. Anda mungkin telah melihat Berang-berang bulu licin (Lutrogale perspicillata)

  15. Anda mungkin telah melihat berang-berang cakar kecil (Aonyx cinereus)

  16. Seberapa besar ukurannya?

    1. Panjang berang-berang yang terbesar lebih dari 1 m … 17

    2. Panjang berang-berang yang terbesar kurang dari 75 cm … 15

  17. Apa warna berang-berang tersebut?

    1. Coklat abu-abu pucat dengan bulu yang mengkilat dan kepala besar membulat … 14

    2. Coklat gelap dengan bagian tubuh dan dagu berwarna lebih pucat … 18

    3. Coklat sangat gelap dengan leher berwarna kekuningan dan ada garis putih pada bibir atas … 19

  18. Anda mungkin telah melihat berang-berang utara (Lutra lutra)

  19. Anda mungkin telah melihat berang-berang hidung berbulu (Lutra sumatrana)

  20. Bagaimana cara berenangnya?

    1. Berenang secara perlahan, mengayuhkan ekor ke arah kiri dan kanan … 7

    2. Berenang cepat, menyelam ke dasar kemudian muncul lagi ke permukaan air, ekor muncul ke permukaan air ketika gerakan menyelam … 21

  21. Anda mungkin telah melihat seekor berang-berang. Berapa ekor biasanya hewan ini terlihat dalam satu waktu?

    1. Banyak – lebih dari tiga ekor … 23

    2. Kurang dari empat ekor … 22

    3. Hanya seekor berang-berang … 22

  22. Bagaimana berang-berang tersebut menangkap makanannya

    1. Mereka berenang di dalam air, dan menyelam untuk menangkap ikan yang dimakannya ketika keluar dari air atau dibawa ke daratan dan ditahan dengan tangan lalu dimakan … 26

    2. Mereka menggunakan tangan untuk merasakan di bawah batu atau lumpur, dan mendapatkan kepiting, serangga dan ikan yang dimakan dengan cara dipegang dengan tangan … 23

  23. Apakah mereka berang-berang berukuran kecil, panjang total kurang dari 1 m?

    1. Ya, mereka berukuran kira-kira sebesar kucing rumah … 24

    2. Tidak, minimal salah satu dari mereka berukuran lebih dari 1 m … 25

  24. Mereka adalah berang-berang cakar kecil

  25. Mereka adalah berang-berang bulu licin (Lutrogale perspicillata)

  26. Seperti apa bentuk berang-berang tersebut?

    1. Coklat gelap dengan bagian tubuh dan dagu berwarna lebih pucat dan kepala lebih datar dengan hidung kecil mengkilap … 27

    2. Coklat sangat gelap dengan leher berwarna kekuningan, ada garis putih pada bibir atas dan hidung berbulu … 28

  27. Anda telah melihat berang-berang utara (Lutra lutra)

  28. Anda telah melihat berang-berang hidung berbulu (Lutra sumatrana)

  29. Identifikasi dengan buku panduan Mammalia. Anda akan mendapatkan nama jenisnya secara lebih tepat.

==============

Untuk perbaikan, jika ada yang kurang tepat dalam panduan ini, mohon diberikan saran, kritikan dan komentarnya.

Panduan ini dimodifikasi dari panduan dari SERO (Supportive Environments for the Region’s Otters)